The Great Battle Sinopsis & Review, 5.000 Tentara yang Nyaris Mengalahkan 200.000 Pasukan

Glamovie.com – Sobat sekalian…!! Jujur saja awalnya Gla bukanlah penggemar film-film Korea… Gla baru tahu bahwa Korea pun punya film kolosal yang justru jauh lebih bagus dari kebanyakan film-film lain yang beredar. Yup… The Great Battle sinopsis dan gambaran strategi perangnya yang luar biasa tersebut benar-benar membuat Gla terkagum-kagum tanpa henti sepanjang film…

Gimana enggak yaa… The Great Battle film yang di Korea diberi judul ‘Ansisung’ itu menceritakan sejarah bagaimana tentara Ansi yang hanya berjumlah 5.000 orang bisa nyaris mengalahkan pasukan dari Dinasti Tang yang berjumlah 200.000 orang. Iya sih… jika kemudian tidak segera datang bantuan tentara Goguryeo, pastinya tentara Ansi akan habis juga lantaran ketimpangan jumlah yang sangat besar, yakni 1:40.

Namun begitu, sebelum datang bantuan pun tentara Ansi sudah beberapa kali berhasil memukul mundur pasukan Tang yang di pimpin langsung oleh kaisarnya, yaitu Kaisar Li Si Ming.

li si ming the great battle
Li Si ming

The Great Battle pemeran utamanya ialah Jo In-sung yang memerankan Yang Man-chun… Komandan Benteng Ansi yang arif bijaksana, rendah hati serta ahli strategi perang.

yang man chun the great battle
Yang Man Chun

Sebenarnya Ansi masih bagian dari wilayah Goguryeo, namun saat itu Ansi di anggap sebagai penghianat akibat tidak bersedia membantu pasukan Geguryeo saat perang melawan pasukan Li Si Ming dari Dinasti Tang.

Saat itu Yang Man Su beranggapan bahwa perang melawan Li Si Ming di tempat terbuka (tanpa benteng pertahanan) adalah bunuh diri. Maka dia tidak bersedia membantu Kekaisarannya demi membuat pasukannya tetap hidup.

Salah satu tentara Goguryeo, yaitu Sa Mol (NamJoo-hyuk) adalah pemuda Ansi yang kala itu menjadi kadet di akademi perang Goguryeo. Karena kampung asalnya tersebut, Jenderal dari Goguryeo kemudian mengirim Sa Mol untuk membunuh Yang Man Cun, Komandan Benteng Ansi kala itu.

sa mol the great battle
Sa Mol

Sa Mol tidak berhasil menunaikan tugasnya, bahkan dia berbalik membela Yang Man Cun karena simpatik dengan kepribadian Sang Komandan yang sangat rendah hati.

Iya… Yang Man Cun sangat bijaksana, bahkan kepada rakyat jelata sekali pun.

Sejarah pengepungan benten Ansi oleh Kaisar Li Si Ming di ceritakan menjadi pertempuran selama 80 hari dengan kekalahan pada pasukan Li Si Ming yang berjumlah jauh lebih besar.

Dari pertempuran yang di gambarkan dalam film tersebut, Gla dapat menangkap setidaknya 6 strategi yang menjadi kunci keberhasilan Yang Man Cun.

Yuukk… Silahkan Sobat sekalian simak di bawah ini,

1. Benteng Tanah Liat

Di jaman itu, yaitu pada tahun 645 Masehi, benteng-benteng pertahanan dibangun dengan menggunakan batu berperekat tanah liat. Nah, Komandan Yang Man Cun paham betul bahwa komposisi tanah liat yang lebih banyak justru membuat benteng lebih kokoh.

Hasilnya,…, pasukan Li Si Ming terbukti gagal merobohkan tembok benteng dengan menggunakan kerapel raksasa yang di bawanya.

2. Formasi Rapat

Ketika sebagian pasukan Tang berhasil memanjat tembok benteng, pasukan Ansi merapatkan barisan dan mendorong pasukan Tang hingga mereka terjungkal jatuh dari atas benteng.

3. Misil

Jangan bayangkan misil balistik seperti di era modern sekarang ini… Senjata yang disebut misil dalam film ini ialah panah tombak yang diikat dengan tambang besar.

Kegunaannya…

…ketika pasukan Tang membawa menara untuk memanjat bentang, maka pasukan Ansi menembak menara-menara tersebut menggunakan misil, kemudian menarik tambangnya hingga semua menara roboh.

4. Pagar Tombak

Gerbang Benteng Ansi sempat sekali di tembus… Tapi rupanya Yang Man Cun memang sudah mengantisipasinya dengan sangat baik.

Begitu tentara Li Si Ming masuk, maka pasukan Ansi segera mengurung mereka menggunakan semacam pagar dengan ujung runcing. Maka jelas… remuk lah semua pasukan Tang yang di kirim oleh Li Si Ming untuk medobrak gerbang benteng itu.

5. Kantong minyak

Li Si Ming sempat mencoba untuk membangun menara-menara pemanjat yang baru dengan bagian dalam di isi tanah. Asumsinya, dengan menggunakan menara yang berat, maka misil Ansi tidak akan dapat merobohkan menara-menara tersebut.

Tapi apa…??

Yang Man Cu telah mempersiapkan kantong-kantong minyak.

Jadi, begitu menara-menara pemanjat mendekat, pasukan Ansi akan melempar kantong minyak untuk kemudian di bidik oleh Yang Man Cu menggunakan panah api.

Maka habislah menara-menara pemanjat tersebut di lahap api.

6. Menggali Terowongan untuk Merobohkan Bukit Buatan

Saking gilanya, Li Sin Ming kemudian membangun sebuah bukit buatan yang tingginya melebihi tinggi benteng Ansi. Dengan demikian, asumsinya pasukan Tang akan lebih mudah menyerang Benteng Ansi.

Yang Man Cu tidak kalah strategi… Dia mengumpulkan para penambang dan menggali terowongan dari dalam benteng menuju bagian bawah bukit. Maka bukit buatan yang dibangun oleh pasukan Tang selama 2 bulan tersebut pun ambruk… bahkan akhirnya pasukan Ansi dapat mengambil alih bukit tersebut.

Li Si Ming membabi buta dan bermaksud terus menyerang meski harus menghabiskan seluruh pasukannya.

Tentara Ansi sudah terkuras… amunisi habis, jumlah tentara hanya tinggal beberapa orang lagi…

Beruntung Sa Mol berhasil meminta bantuan pasukan dari Ibukota Goguryeo… Pasukan Tang pun mundur meninggalkan Ansi.

Pamungkasnya…

…bagi sobat penyuka film perang kolosal, dan jika sobat belum menonton film ini, maka Gla katakan bahwa sobat harus menonton film yang telah di rilis sejak 19 September 2018 lalu ini. (Glamovie – The Great Battle Sinopsis & Review).

Tinggalkan Balasan