Sinopsis dan Review Shazam 2019, Ceritanya Terlalu Ringan, Tapi Justru Mudah di Cerna

Glamovie.com – Sobat sekalian…!! Supaya tidak di anggap spoiler, Gla sengaja baru sekarang menyusun tulisan review Shazam 2019.

Kenapa??

Karena cara penulisan Gla cenderung didasari oleh selera pribadi. Sementara Gla kurang merasa greget pada film ini… Jadi Gla menahan diri untuk tidak merangkai tulisan ini sejak awal. Khawatir nanti mengganggu minat orang yang hendak menontonnya.

Sinopsis Shazam 2019

Adalah Billy Batson (Ashel Angel)… Seorang remaja 14 tahun yang kesepian setelah terpisah dari ibunya ketika ia masih balita. Kondisi yang acapkali membuatnya cenderung egois… Bahkan ketika ia memiliki keluarga angkat pun ia tetap masih menganggap orang tua angkatnya sebagai “orang tua palsu”. Billy selalu lari dari panti asuhan dan tetap bersikeras ingin menemukan dan kembali pada ibu kandungnya.

Tapi tidak semudah itu… Billy justru menjadi seorang remaja yang kehilangan arah… Bahkan ketika ia mendapatkan “kekuatan Shazam” dari sang penyihir terakhir, ia pun bahkan tidak memahami potensi yang ada dalam dirinya. Billy dalam wujud Shazam justru lebih suka pamer di tempat umum, sehingga dirinya menjadi terkenal melalui channel YouTube yang dikelola bersama saudara angkatnya, Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer).

Iya meskipun di penghujung film, Billy pada akhirnya berhasil menjadi superhero yang menyelamatkan banyak orang.

shazam 2019

Review Shazam 2019

Meskipun Billy Batson punya masa lalu kelam, namun alur ceritanya tidak sedalam ratapan kepedihan Bruce Wayne (Batman). Permasalahan hidup Billy juga tidak sepelik Clark Kent alias Kaal El (Superman). Kisah Billy sebagai Shazam pun tidak sedramatis Arthur Curry (Aquaman) yang harus menyelamatkan tahta kerajaan Atlantis di bawah laut.

Alur kisah ‘Shazam’ bisa dibilang datar… Terlalu ringan, sehingga kurang bisa membawa emosi penonton ke dalam film. Hampir seperti film-film superhero anak-anak (semisal serial Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam di era 90-an) yang judulnya “hanya hiburan semata”. Kecuali adegan ketika Billy berhasil menemukan ibu kandungnya… Yang ternyata dia tidak menerima dengan baik kehadiran sang putra. Bahkan dikisahkan bahwa sang ibu memang sengaja meninggalkan Billy di masa lalu, saat masih balita.

Iya… Itulah satu-satunya adegan dramatis yang bagi Gla cukup emosional…

Entah memang alur ceritanya harus sesederhana itu, atawa karena latar belakang sutradara David F.Sandberg yang sebelumnya punya basic film horor dan belum pernah “memimpin” pembuatan film bertema superhero.

Asli Sob… Hampir sepertiga awal film ini terasa sangat membosankan… Bahkan Gla sendiri tidak mendapat detail definisi “Champion” yang dipilih oleh sang penyihir untuk dapat mewarisi kekuatan Shazam. Disitu hanya dikatakan secara garis besarnya saja…

Tapi… Bukan berarti film ini tidak memiliki kelebihan loh ya Sob…

Betul Sob… Jika dilihat dari sudut pandang lain dan dinikmati dengan cara yang lain, maka ‘Shazam’ (2019) benar-benar menghibur. Cerita yang ringan dengan selipan-selipan humor kocak… Amat cocok untuk menjadi tontonan anak-anak.

Iya Sob… Jadi ini film tidak memiliki batasan usia. Bahkan saat adegan pertarungannya Shazam melawan Dr.Thaddeus Sivana, pun masih di selipi adegan-adegan kocak yang sangat menghibur.

Film ini juga menyatakan dengan jelas bahwa ‘Shazam’ berada di satu semesta yang sama dengan Batman dan Superman. Bukan hanya dari penyebutan nama yang gamblang saja, namun juga dari scene pamungkas dimana ada sosok Superman yang ikut duduk dan makan siang bersama Shazam.

Pokoke, film hasil kolaborasi DC dan Warner Bross ini benar-benar memberikan warna yang berbeda dari kebanyakan kisah superhero. Alur ceritanya amat ringan dan mudah dicerna. Bahkan bagi sobat yang belum terbiasa menonton film-film Hollywood pun Gla jamin tidak akan bertanya-tanya “Siapa dan dari mana asal-usul Shazam”. Karena setiap adegan dalam film ini telah menggambarkannya dengan sangat jelas. (Glamovie).

Tinggalkan Balasan