Review Film Venom 2018,… Nggak Greget Pisan Sob…

Glamovie.com – Sobat sekalian…!! Gla rasa tepat jika review film Venom 2018 dikatakan memiliki rating buruk di kalangan kritikus barat. Gla sih tidak begitu paham dengan efek CGI dan lain-lain,… tapi Gla memang merasakan bahwa film ini seperti sebuah cerita datar yang hampa…

…tidak ada greget, bahkan pada adegan klimaks dan anti-klimaksnya sekali pun.

Sinopsis Venom
Venom 2018 sinopsis berkisah tentang Symbiote dari luar angkasa yang tidak jelas tujuannya di bumi.

Yup… film garapan Sony Pictures Entertainment ini pada dasarnya hanya menceritakan ambisi Dr. Carlton Drake (Riz Ahmed) yang ingin mencari kehidupan di planet lain dengan cara menggabungkan symbiote ke dalam tubuh manusia.

Awal kisah dari film spin-off pembenci Spider-Man ini memperlihatkan adegan jatuhnya pesawat luar angkasa berisi symbiote di Negeri Jiran, Malaysia.

Dari Malaysia, salah satu symbiote yang lolos berhasil mencapai California dengan beberapa kali menumpang pada tubuh manusia sebagai host-nya.

Sementara itu, beberapa symbiote lain telah lebih dulu sampai ke California dan berada di bawah pengawasan Dr. Carlton Drake. Termasuk salah satunya yang nantinya menyatu dengan tubuh Eddie Brock (Tom Hardy).

Sobat sekalian…!! Sejak awal film, Gla sudah merasakan kehampaan lantaran tidak adanya narasi yang menjelaskan secara gamblang dari mana asal symbiote-symbiote tersebut…, …bagaimana cara para angkasawan milik Drake menangkap dan membawa mereka menuju bumi…

Lah iya… pada sekira setengah jam awal, Gla merasa amat jenuh karena terasa amat panjang.

Disana kita hanya di suguhkan cerita keseharian Eddie saja… …yang artinya, asal-usul symbiote tetap misterius. Jadi intinya, tidak ada narasi yang gamblang sebagai akar dari cerita-cerita selanjutnya.

Kemudian, kisah Venom juga kurang mengena lantaran cerita disini menunjukkan bahwa Eddie dan Venom adalah dua sosok berbeda yang bersatu tetapi tidak menyatu. Bukan seperti Spiderman yang mana seluruh kekuatannya di kendalikan oleh Peter Parker.

…tidak juga seperti Hulk yang ketika dirinya muncul, maka Dr Banner akan tenggelam…

Tidak seperti itu… Eddie dan Venom bisa berkomunikasi satu sama lain seolah mereka berada dalam tubuh yang berbeda.

Iya… kalau soal penokohan karakter Eddie dan Venom yang seperti itu sebenarnya sih mau tidak mau harus kita terima…

Kenapa…??

Karna karakter ini memang sudah seperti itu dari asalnya di Komik Marvel. Tapi entah kenapa, Gla tetap merasakan kehampaan dari film ini… utamanya karena tidak ada narasi yang gamblang di awal film itu tadi…

Selain itu, beberapa hal misale efek CGI dan teknik pengambilan gambar pun sepertinya tirut andil dalam hampanya film ini. Tampak jelas dari adegan perkelahian dan kejar-kejaran serta slow motion-nya yang sama sekali tidak mampu menyentuh emosi Gla.

Iya lah tentu jangan di samakan dengan film-film garapan MCU atau film-filmnya James Cameron… Cukup di bandingkan dengan Trilogi Spiderman, The Hulk, Incridible Hulk, Xman series dan Deadpool saja ini film Venom sudah kalah jauh tarikan emosinya.

Kenapa bisa begitu ya…??

Gla kira sih penyebab yang paling krusial ialah karena rating PG-13, yang memaksa beberapa adegan harus dibuang hingga menghilangkan sepanjang 40 menit durasi film.

Naaahh… itu dia… Gla kira, kemungkinan adegan-adegan yang mampu menyentuh emosi penonton sepatutnya ada di potongan-potongan adegan yang tidak ditayangkan tersebut…??!! Entahlah… (Glamovie – Review Film Venom 2018).

Tinggalkan Balasan