Review Bumblebee Movie 2018, Permainan Emosinya Lebih Kental

Glamovie.com – Sobat sekalian…!! Rada ganjil memang ketika Gla harus membuat review Bumblebee movie 2018, dimana Gla harus katakan bahwa film ini minim ledakan dan adegan perang. Bahkan tokoh robot di film ini hanya dominan 3 tokoh saja, yakni satu Autobot dan dua Decepticons.

Tapi memang bukan disitu fokus ceritanya… Disini isi ceritanya lebih pada permainan akting drama yang menyentuh hati dengan warna kocak dan menguras emosi.

Iya Sob… review Bumblebee film 2018 menjadi warna lain dari seri Transformers versi Michael Bay yang biasanya selalu sarat dengan adegan perang, dentuman senjata dan berbagai aksi heroik lainnya.

Kali ini Paramount Picture dan Travis Knight yang duduk dibangku sutradara hanya fokus pada perjalanan Bumblebee dari Cybertron menuju bumi, hingga kisahnya dalam beradaptasi dengan budaya bumi.

Bumblebee (2018) merupakan film prekual alias spin off dari 5 seri sebelumnya… Isi cerita berkisah tentang perjuangan hidup Bumblebee selama menunggu kehadiran Optimus Prime di Bumi.

Sobat sekalian… review Bumblebee bagus menurut cara pandang Gla… Karena disini kita tidak hanya disuguhi dengan adegan pertempuran saja, tapi lebih pada hubungan emosi antara manusia dengan robot.

Dalam film ini, kita jadi tahu bagaimana situasi perang di Cybertron antara Autobots melawan Decepticons sebelum akhirnya Optimus Prime memerintahkan kepada B127 untuk menyelamatkan diri ke bumi guna membangun markas baru bagi Autobots.

Yup… Nama asli Bumblebee adalah B127. Dia dinamai ‘Bumblebee’ gegara pita suaranya yang rusak sehingga tidak mampu mengatakan namanya pada manusia di Bumi.

Nama Bumblebee diberikan oleh Charlie, seorang gadis belia berusia 18 tahun yang menyelamatkan Bee dari penyamarannya sebagai mobil VW Kodok.

Iya sob… Difilm ini, Bee belumlah berwujud sebagai Chevrolet Camaro seperti pada 5 film sebelumnya, karena setting waktunya yang memang berada di era 1980-an. …atau lebih tepatnya pada tahun 1987.

Di Bumi, Bumblebee harus berhadapan dengan Jack Burns (John Cena) yang terhasut oleh dua robot Decepticons dengan propaganda bahwa Bee adalah buronan Cybertron.

Jack Burn inilah cikal-bakal agen sektor 7 yang dikemudian hari dibubarkan oleh pemerintah.

Sobat sekalian… Meskipun menurut beberapa review, akting John Cena dianggap buruk, tapi tidak demikian dengan cara pandang Gla. Karena Gla memang lebih fokus pada “isi filmnya” ketimbang pada kualitas akting para pemerannya.

Gla hanya menggaris bawahi adegan akhir dimana Jack Burns dengan besar hati membebaskan Bumblebee dari kejaran militer Bumi yang belum paham akan siapa Autobots dan siapa Decepticons.

Difilm ini kita juga akan diperlihatkan bagaimana Bumblebee kehilangan suaranya dalam sebuah pertarungan melawan dua mata-mata Decepticons. Disini juga digambarkan dengan gamblang, bagaimana Bee harus belajar berkomunikasi menggunakan frekuensi radio dengan memotong-motorng syair lagu untuk menyusun sebuah kalimat…

Sobat sekalian… Dalam adegan pertarungan antara Bumblebee melawan dua robot Decepticons, bagi Sobat yang jeli pastinya akan menemukan perbedaan yang mencolok antara film ini dengan seri transformers yang lain… yaitu sebuah gerakan koreografi yang elok dimata Gla.

Betul Sob… Jika pada 5 seri yang lain, adegan pertarungan sesama robot hanya diisi dengan baku hantam, disini lebih variatif Sob. Contohnya saja pada beberapa gerakan dimana Bumblebee berhasil menarik, dan memelintir tangan lawan hingga membantingnya.

Juga dengan beberapa gerakan ketika Bee menghindari tembakan senjata lawan.

Nama Bumblebee diberikan oleh Charlie (Hailee Steinfeld) lantaran jenis mobil yang diadaptasi oleh Bee adalah VW Beetle. Juga karena warna kuning yang dianggap cocok untuk nama ‘Bumblebee’ (sejenis tawon/lebah).

Charlie memberi nama Bumblebee lantaran pita suara Bee yang rusak, …sehingga Bee tidak bisa memperkenalkan diri dengan menyebutkan namanya. So… Andai pita suara Bee tidak rusak, maka Charlie akan tahu sejak awal bahwa nama asli sahabat robotnya adalah B127.

Charlie adalah gadis remaja 18 tahun yang suka pada musik. Dia sering memperdengarkan musik pada Bee diawal-awal perkenalan mereka. …hingga akhirnya Bee mengadaptasi berbagai potongan lagu untuk ia jadikan sebuah kalimat dalam berkomunikasi dengan manusia.

Charlie adalah seorang gadis pemurung yang terpukul oleh kematian ayahnya…

Berbagai usaha dari ibu dan ayah tirinya tidak mampu mengembalikan keceriaan Charlie… Hingga akhirnya justru Bumblebee yang mampu membuat Charlie tersenyum, bahkan tertawa lepas…

Disitulah kita akan melihat suatu adegan yang tidak ada pada seri Transformers yang lain. Yaitu adegan emosional antara robot dengan manusia yang saling menunjukkan keikhlasan hati mereka masing-masing.

Charlie mampu memperbaiki komunikasi dengan ayah tirinya setelah ayah tirinya membantu menyelamatkan Bumblebee dari kejaran pasukan militer. Militer yang belum tahu siapa Bee dan siapa Decepticons.

Charlie mendapatkan Bumblebee dari sebuah tempat penjualan barang bekas, dalam keadaan Bee terluka akibat perang.

Awalnya Charlie bermaksud membeli VW Kodok tersebut dengan bayaran tenaga. Artinya, Charlie bersedia bekerja selama setahun ditempat tersebut, dengan mobil VW kuning itu sebagai imbalannya. Namun berkat kebaikan hati si pemilik, dia justru memberikannya secara cuma-cuma kepada Charlie yang hari itu tengah merayakan ulang tahunnya.

Film Bumblebee (2018) berisi alur cerita yang sederhana sehingga mudah pisan dipahami. Film ini juga menunjukkan tampilan berbagai robot klasik yang mirip versi film animasinya… (Glamovie).

Tinggalkan Balasan