Kenapa Thanos Jahat Banget di ‘Avengers: Endgame’? Begini Alasannya…

Glamovie.com – Bagi Sobat sekalian yang telah menonton ‘Avengers: Endgame’, tidak mustahil dalam hati akan muncul pertanyaan, “kenapa Thanos jahatbanget??”…

Iya maksudnya lebih jahat dibanding karakternya pada moment ‘Infinity War’.

Iya Sob… Jika mengingat tujuan mulia untuk mempertahankan keseimbangan alam semesta, maka sedikitnya kita akan menilai bahwa Thanos sebenarnya tidak jahat. Niatnya baik… Meskipun caranya salah karena harus membunuh miliaran mahluk hidup.

So… Mengapa Thanos jahat banget di ‘Avengers: Endgame’??

Begini Sob…

Sebenarnya pada awal ‘Infinity War’ pun Thanos kejam pisan… Dia tega membantai sisa kaum Asgard, membunuh Loki, dan membunuh Heimdall. Padahal kala itu kaum Asgard telah tidak memiliki banyak power, mengingat banyak pejuangnya yang gugur di tangan Hela pada ‘Thor: Ragnarok’.

Kemudian, Thanos juga tampak amat kejam saat menghancurkan Xandar dan membakar markas the Collector di Knowhere. Namun diluar itu, utamanya setelah tewasnya Gamora, Thanos tampak melunak hatinya. Dia tidak lagi membabi-buta dalam pertarungan, bahkan beberapa kali menunjukkan sikap menghormati musuh.

Seperti misalnya saat ia tidak membunuh Tony Stark setelah Doctor Stephen Strange menyerahkan ‘Time Stone’ dengan sukarela. Disitu tampak bahwa Thanos sangat menghormati suatu perjanjian. Persis seperti kata Nebula di awal kisah ‘Endgame’, bahwa ‘bohong’ bukanlah salah satu sifat Thanos.

Thanos pun tampak sangat sedih saat Ebony Maw tewas…

Ebony Maw

Selain itu, Thanos juga menunjukkan bahwa ia adalah seorang ayah yang hatinya terguncang dan menderita saat terpaksa harus mengorbankan puteri angkat yang amat disayanginya, Gamora. Karena itulah ia tidak membunuh Wanda Maximoff setelah mendapatkan ‘mindstone’ dari dahi Vision. Karena ia tahu persis bagaimana derita hati Wanda saat harus mengorbankan Vision. Sama seperti derita hatinya ketika mengorbankan Gamora.

Karenanya, pada ‘Avengers: Infinity War’, karakter Thanos berkembang menjadi lebih lembut. Dia tampak tidak ingin menjatuhkan lagi korban secara langsung dengan tangannya sendiri. Dia lebih ingin membiarkan Infinity Gauntlet yang memilih siapa yang akan jadi debu akibat jentikan jari tangannya.

Lantas, apa yang membuat Thanos jadi lebih kejam pada ‘Avengers: Endgame’??

Sebelumnya kita telusuri dulu Sob… Bahwa Thanos yang ada di ‘Avengers: Endgame’ adalah Thanos dari masa lalu, yaitu dari tahun 2014. Artinya, Thanos dari masa sebelum pecahnya ‘Infinity War’. Jadi patut saja jika disitu Thanos amat kejam, karena dia belum sampai pada titik dimana dia terpaksa mengorbankan Gamora, putri tercintanya.

Selain itu, hal yang membuat Thanos amat kejam pada ‘Avengers: Endgame’ adalah karena disitu dia mengetahui apa yang telah terjadi dimasa depan.

Iya Sob… Melalui pindaian memori Nebula, Thanos jadi tahu bahwa di masa depan, ia sempat berhasil menggapai tujuannya menghapus separuh populasi semesta. Yaitu pada momen ‘Infinity War’.

Namun dari pindaian memori Nebula pula Thanos mengetahui bahwa Avengers dari masa depan tengah mengejarnya ke masa lalu, demi mencegah kejadian yang bakal terjadi di masa depan.

Mengetahui hal itu, jelas Thanos murka… Dia tidak lagi menunjukkan sikap mulianya… Dia bertarung untuk benar-benar membunuh. Bahkan dia tega memerintahkan tembakan Sanctuary II yang tidak hanya bisa menghancurkan lawan, tapi juga membahayakan pasukannya sendiri.

Niat awal menghapus separuh populasi pun berubah menjadi niat menghapus seluruh populasi semesta, dan memulainya kembali dari nol. Memulai semesta yang baru…

So… Kisah yang awalnya Thanos tidak jahat, akhirnya membuat Thanos menjadi sangat bengis… (Glamovie).

Tinggalkan Balasan